Si Upik beranjak remaja, dan "M" nya yang pertama telah tiba. Tapi, ia sadar, hari ini pasti akan tiba. Sejak saat ini, gadis kecilnya bukan anak-anak lagi.Keluarnya darah haid atau menstruasi pertama pada anak perempuan memang menandai datangnya masa peralihan dari kanak-kanak ke remaja.
Hal ini, sebelumnya diawali dengan tanda-tanda perubahan fisik seperti membesarnya pinggul, payudara dan berubahnya suara. Tak jarang pada beberapa anak perempuan mendapat haid membuatnya mengalami kegamangan. Misalnya bagi anak yang beragama muslim terbiasa sholat setiap hari, setelah haid terpaksa tidak bisa sholat selama beberapa hari. Secara fisik, anak yang baru mendapatkan haid merasa dirinya bukan anak-anak lagi. Hal inilah yang membuat lingkungan sekitar pun tetap memperlakukan seorang gadis yang baru dapat haid masih seperti anak-anak. Orangtua harus segera menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi dan beberapa perubahan yang harus diterimanya. Karena itu, saat anak berusia 8 tahunan, orangtua lazimnya mulai menyiapkan anak menghadapinya.
Jangan tunggu tunggu anak bertanya
Kalau tahu-tahu anak haid, dan ia belum tahu apa-apa, ia bisa panik. Beda dengan dulu, haid pertama terjadi saat anak duduk di kelas 6 SD atau 1 SMP. Kini kelas 5 SD sudah banyak yang mendapat haid, dan itu lumrah.Penjelasan yang pertama harus diberikan, berkaitan dengan haid dan seks.
Contohnya masalah kebersihan organ intim. Kalau perlu, orangtua juga mengajarkan bagaimana cara yang baik membersihkan organ tersebut. Setelah si kecil mengalami "M" nya yang pertama, ada konsekwensi fisik yang bakal dialami sang anak. "Tapi, setelah mulai teratur biasanya hal tersebut akan hilang.Adakalanya, hal ini membuat emosi anak jadi tinggi dan sensitif. Ini bisa dikurangi bila orangtua sudah menjelaskan sejak awal.
Ajari Tentang Moral, Selain masalah psikologis dan biologis, rambu-rambu moral tetap harus dijelaskan pada anak yang baru mendapat haid pertamanya. Ini perlu ditanamkan agar mereka menyadari bahwa dirinya bukan anak kecil lagi. Padahal itu tak boleh.Atau, juga jangan sembarangan pegang-pegang atau mau dipegang teman yang laki-laki atau Om yang kamu tak kenal betul ya."
Beberapa bulan sebelum si upik mendapatkan haid pertama, jelaskan kalau suatu hari nanti,dia akan mendapat mens. bilang juga, jika sudah mendapatkan mens berarti dia sudah gede.Dan harus lebih bertanggung jawab dan lebih mandiri. Karena sudah dijelasin itulah, saat mendapat mens dia nggak bingung lagi. Malah yang ada rasa bangga karena sudah jadi remaja. jelaskan juga kalau setelah mendapat mens berarti bentuk tubuhnya akan berubah, ia sudah tidak menjadi anak-anak lagi. Jadi harus bertanggung jawab dan mandiri.
Jelaskan secara rinci, panjang lebar, dan gamblang. Sebab, banyak anak yang malu bertanya hal-hal sensitif, seperti soal mens, meskipun belum faham tapi malu bertanya lagi.Setelah mendapat mens mereka harus hati-hati dalam bergaul. Yah, zaman sekarang, anak-anak kecil pacaran bukan hal aneh lagi kan? Jadi berlebihan tak apalah, daripada terjadi hal-hal yang tak kita inginkan.
Tips Untuk Dara yang baru mendapat haid pertama.
- Jelaskan masalah haid pada anak, merupakan suatu hal yang lumrah dan bukan suatu hal yang mengerikan.
- Jika anak bertanya, berikan penjelasan secara lengkap pada anak.
- Buka pintu dan rangsang anak bertanya seluas-luasnya mengenai haid.
- Selain kebersihan, penjelasan mengenai konsekwensi moral pada anak yang baru haid harus lebih ditekankan.
- Bila mendapat haid di sekolah atau di tempat umum. Jangan panik, pergilah segera toilet untuk membersihkannya dengan segera.
Sumber: Tabloid Ibu Anak

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar